ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Jaringan Irigasi Air Tanah & Pengembangan Air Baku di NTT : Simak Penjelasan Daud W.Djami,S.ST Berikut Ini

Avatar photo

 

“Nilai kontrak setiap paket sekitar Rp1,5 miliar, dan progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Kami optimis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada akhir Desember 2026,” ujar Daud kepada wartawan, belum lama ini.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

 

Tidak hanya membangun jaringan irigasi dan air baku, BBWS – NT II juga melaksanakan program rehabilitasi dan peningkatan sumur air tanah di sejumlah daerah yang selama ini mengalami kekurangan air bersih.

Baca Juga :  Paket Pekerjaan Jalan Provinsi 2026 Di Pulau Sumba Dipastikan Selesai Tepat Waktu : Harapan Kesejahteraan Masyarakat Semakin Didekatkan

 

Empat lokasi prioritas meliputi Kelurahan Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, yang telah diserahterimakan kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri. Sementara pekerjaan di Welai Barat, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Kecamatan Tasifeto Barat, serta Desa Retraen, Kabupaten Kupang, kini memasuki tahap akhir dengan progres yang dinilai sangat signifikan.

 

Untuk paket rehabilitasi sumur air tanah tersebut, nilai kontrak setiap titik mencapai sekitar Rp3,1 miliar. BBWS NT II menargetkan seluruh sarana dapat diserahterimakan kepada masyarakat pada pertengahan Agustus 2026. Menurut Daud, pembangunan infrastruktur sumber daya air tidak hanya berorientasi pada penyediaan air bersih, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah-wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan sumber air.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com

+ Gabung