Lebih lanjut dijelaskan bahwa intervensi perangkat daerah melalui bantuan yang diberikan diharapkan menjadi bentuk pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat, khususnya dalam pengembangan UMKM, serta dapat dilakukan secara berkelanjutan agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Bantuan yang kami berikan jangan hanya berhenti sampai ini, tetapi kiranya UMKM tetap terus berjalan, bantuan dipelihara dengan baik, benang dan keterampilan cara menenun yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
“Dari desa-desa yang kuat akan lahir keluarga-keluarga yang sejahtera. Dari masyarakat yang saling peduli akan tumbuh kehidupan yang damai dan harmonis. Dan dari kerja keras yang dilakukan bersama-sama hari ini, akan tumbuh masa depan NTT yang lebih maju, sehat, cerdas, sejahtera dan berkelanjutan” tutup Plh. Sekda Flouri Rita Wuisan.
Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Drs. Bernhard Menoh, MT ketika membacakan laporan Panitia.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT,Drs.Benhard Menoh, MT dalam laporan panitia menjelaskan program ini merupakan salah satu program prioritas yang mendukung pelaksanaan Dasa Cita Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
