Gubernur berharap keterlibatan PTFI dapat dilanjutkan hingga tahap pascatanggap darurat, terutama melalui pendampingan terhadap sejumlah fasilitas publik yang mengalami kerusakan. “Kalau boleh nanti setelah bantuan tanggap darurat ini, mungkin ada beberapa fasilitas sarana prasarana fasilitas publik yang bisa PTFI secara khusus dampingi sampai betul-betul pulih,” kata Gubernur.
Gubernur menilai kolaborasi tersebut penting karena kebutuhan pemulihan pascabencana sangat besar, sementara pemerintah daerah juga menghadapi keterbatasan anggaran dan waktu dalam melakukan penyesuaian anggaran. “Kita berharap kolaborasi seperti ini terus bergerak. Bukan hanya untuk tanggap darurat, tetapi juga untuk memastikan masyarakat dan fasilitas pelayanan publik bisa kembali normal,” pungkas Gubernur.
Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Human Initiative, PMI, Dana Kemanusiaan Kompas serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam membantu masyarakat Flores. Menurutnya, solidaritas lintas daerah dan lintas sektor menjadi modal penting bagi NTT untuk menghadapi bencana sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat.
Sementara itu, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan, keterlibatan perusahaan dalam penanganan gempa Flores telah dimulai sejak pertengahan Agustus. PTFI mengirimkan enam personel yang terdiri dari dua dokter, satu paramedis dan tiga rescuer. Tim tersebut berada di NTT sejak 22 Agustus dan baru menyelesaikan tugasnya pada 30 Agustus 2026. Selama berada di lapangan, tim membantu proses penyelamatan sekaligus memberikan pelayanan medis kepada para korban.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
