Wakil Gubernur menegaskan bahwa sejalan dengan Asta Cita Nasional, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah. Hilirisasi menjadi strategi penting untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan tersebut sejalan dengan Gerakan Ayo Beli Produk NTT yang diwujudkan melalui berbagai program, seperti OVOP, OCOP, OSOP, festival IKM–UMKM, fasilitasi perizinan usaha, serta pembangunan NTT Mart di 22 kabupaten/kota.
“NTT Mart bukan sekadar toko modern, tetapi platform pemasaran produk lokal yang menghubungkan UMKM, petani, nelayan, dan pengrajin NTT dengan pasar nasional hingga internasional,” tegas Wakil Gubernur.
Pulau Sumba, menurutnya, memiliki kekayaan alam dan budaya yang autentik, mulai dari tenun ikat Sumba, produk pertanian dan perkebunan, hingga berbagai kerajinan lokal yang memiliki peluang besar untuk dipasarkan secara lebih luas. Melalui NTT Mart, potensi tersebut dihadirkan dalam satu ruang promosi dan pemasaran yang dikelola secara profesional.
Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani menyampaikan rasa bangga atas kehadiran NTT Mart sebagai gerai modern pertama di Kabupaten Sumba Timur yang secara khusus memberi ruang bagi pelaku IKM dan UMKM.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













