Dan faktanya demikian, Beny setelah tamat SMA langsung disejajarkan dalam barisan Pegawai Negeri Sipil, saat itu usia Beny baru 18 tahun.
” Saat saya tamat SMA terdapat beberapa pilihan antara kuliah di Undana ambil program studi peternakan atau menempuh pilihan lain. Saya akhirnya ikut tes masuk APDN yang mana saat daftar usia saya belum mencukupi 18 tahun. Saya dipulangkan petugas selama tiga hari menanti pas umur 18 tahun” Kisah Beny.
Saat Beny diterima sebagai mahasiswa APDN, orang tua bersama keluarga di Tanah Rote berpesta riah mensyukuri keberhasilan Beny sebagai pegawai negeri.
” Jika dipikir kembali antara sedih dan bahagia karena apa yang diinginkan orang tua terhadap anaknya jadi nyata. Saya bayangkan seandainya Saya tidak jadi pegawai pasti hanya bisa berdagang karena tidak bisah kerja kebun atau bertukang” Ungkap Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT ini.
Satu hal Istimewa yang ditemukan dalam diri pejabat Essalon II di lingkup Pemprov NTT ini adalah sikap kesederhanaan dan rendah hati, bersahaja menjadi karakter yang kokoh dimiliki seorang pejabat struktural di pemerintah provinsi NTT.
Si cerdas yang dipersiapkan oleh orang sejak dini, kini menjadi abdi negara, menjadi pejabat publik yang berdedikasi penuh untuk kemajuan daerah, bangsa dan negara ini. (Frengco) *
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





