Menutup sambutannya, Wagub Johni Asadoma turut mengapresiasi kolaborasi lintas iman yang diusung Pemuda Katolik. “Ini adalah modal penting memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Ketua Umum Pemuda Katolik Indonesia, Stefanus Asat Gusma dalam sambutannya menyampaikan bahwa NTT merupakan “Etalase Politik Kristiani” yang memiliki posisi strategis secara nasional.
“Kekuatan kita adalah kolaborasi. Kita perlu mengklaster potensi wilayah dan profesi, seperti politisi, ASN, wartawan, dan lainnya, agar peran Pemuda Katolik semakin terasa dan berdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuven Tukung, menyebut Rakerda ini sebagai momentum menyusun fondasi gerakan ke depan.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menjahit semangat perjuangan, membangun konsistensi, dan menunjukkan bahwa Pemuda Katolik hadir bersama pemerintah, Gereja, dan masyarakat,” kata Yuven.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan kader secara terarah dan sistematis demi mewujudkan kemandirian yang nyata.
“Rakerda ini kiranya menghasilkan langkah strategis untuk membangun bersama pemerintah dan berjalan bersama masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Rakerda, Klemens Ola, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakerda ini merupakan ruang evaluasi dan perencanaan strategis untuk memperkuat kapasitas kader Pemuda Katolik. Ia menekankan pentingnya kontribusi aktif kader dalam menjawab kebutuhan zaman, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai iman.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













