Kupang, HIC – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena membuka Flobamora Film Festival 2025 di Kampung Seni Flobamora, Kelapa Lima, Kupang.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan pentingnya film sebagai medium penyampaian pesan sosial, budaya, hingga inspirasi perubahan.
“Film adalah cermin masyarakat, jembatan empati, dan alat transformasi sosial,” tegasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni, Kadis Parekraf Noldi Pelokila, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan NTT, serta pegiat film dan seni dari berbagai komunitas.
Film Lokal, Cermin Budaya dan Identitas NTT
Melki menekankan bahwa film bukan sekadar hiburan, melainkan media edukasi dan dokumentasi realitas. Ia menyebut bahwa banyak film nasional berkualitas berlatar alam dan budaya NTT seperti:
Rumah Merah Putih (Arie Sihasale)
Women From Rote Island (nominasi festival internasional)
Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak
Susah Sinyal
Pendekar Tongkat Emas
Bahkan, menurut Melki, film Ria Rago produksi tahun 1923 di Ende bisa jadi film pertama di Indonesia, sekaligus menunjukkan akar sejarah perfilman nasional di bumi Flobamora.
Sejalan dengan Dasa Cita dan Pengembangan Ekonomi Kreatif
Festival ini mendukung Dasa Cita Pemerintah NTT, terutama misi ke-2: Millennial dan Perempuan Motor Kreativitas Lokal. Gubernur Melki menegaskan akan terus mendorong pengembangan bakat anak muda lewat:
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
