Dalam pertemuan tersebut, Gubernur juga mengajak agar semua pihak dapat terlibat dalam mendorong generasi muda untuk memiliki jiwa wirausaha. “Kita perlu tumbuhkan minat dan bakat anak-anak kita baik itu anak sekolah atau mahasiswa dalam wirausaha untuk pengembangakn potensi UMKM yang kita punya,” ungkap Gubernur.
Gubernur menekankan pada pemanfaatan KUR sebaik mungkin bagai setiap orang yang ingin memulai usaha dengan potensi dan kemampuan mengelola UMKM.
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT Adidoyo Prakoso menjelaskan, FCE 2026 merupakan bentuk rebranding dari kegiatan sebelumnya, yakni Exotic Tenun Fest (ETF). “Dengan konsep yang lebih luas, FCE tidak hanya mengangkat tenun atau wastra, tetapi juga menempatkan wastra, kopi, dan kuliner sebagai komoditas unggulan yang merepresentasikan kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi alam Nusa Tenggara Timur,” ungkap Adidoyo.
Ia menjelaskan FCE 2026 juga dirancang tidak sekadar menjadi ruang promosi dan pemasaran produk UMKM. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga peluang ekspor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













