Doa tersebut menjadi bagian penting dalam peringatan kemerdekaan di NTT tahun ini. Ketika masyarakat di berbagai daerah merayakan HUT RI, warga Flores masih menghadapi dampak bencana dan kehilangan akibat gempa.
Setelah mengheningkan cipta, rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila oleh Gubernur Melki. Ketua DPRD NTT Emelia Nomleni membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, sedangkan Pembukaan UUD 1945 dibacakan Kepala Kejaksaan Negeri NTT Roh Adi Wibowo.
Upacara dipimpin Komandan Upacara Letnan Kolonel Arh. Rahmat Situmorang, S.M., lulusan Akademi Militer 2008 yang menjabat Komandan Batalyon Arhanud 9/Angkasa Widya Jayanta.
Komandan Pasukan Pengibar Bendera dipercayakan kepada Letnan Dua Arh. Raihan Afif Edisya, S.T.R. Fadhli, alumni Akademi Militer 2025 yang menjabat Komandan Peleton III Batalyon Arhanud 9/Angkasa Widya Jayanta.
Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih melibatkan putra-putri NTT dari sejumlah kabupaten. Komandan Paskibraka adalah Marino Geraldine dari SMA Negeri 1 Kalabahi.
Tiga pengibar yakni Abid Akhilaf Faisal Gibran Arsad dari SMA Swasta Katolik Pancasila Borong, Kabupaten Manggarai Timur; Ignas Yus Stefan G. dari SMA Swasta Katolik Suradikara Ende, Kabupaten Ende; serta Benedictus Ronaldi Bawen dari SMA Negeri 1 Aimere, Kabupaten Ngada.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
