Dikatakannya, Pemerintah Provinsi NTT tidak menghendaki adanya perpecahan di kalangan masyarakat sebagai imbas dari kehadiran proyek energi panas bumi ini di Nusa Tenggara Timur.
“Yang saya sedih dari urusan geothermal ini di Flores, antara kelompok pro dan kontra ini jalan masing-masing. Yang paling penting adalah kohesi sosial, kebersamaan dan kekeluargaan itu yang perlu kita jaga,” ujar Melki.
Kepada pihak pengembang proyek panas bumi di NTT, Melki Laka Lena mengingatkan agar memperhatikan betul aspek teknis dan peralatan yang digunakan sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena juga menyinggung soal rencana pemerintah terkait pendirian sekolah vokasi yang berfokus pada Energi Baru Terbarukan di daerah-daerah yang memiliki potensi EBT di NTT.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













