“Australia bangga menjadi mitra Indonesia dalam memperkuat ketangguhan terhadap bencana. Melalui Program SIAP SIAGA, kami mendukung pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih siap, inklusif, dan mampu melindungi masyarakat yang paling rentan,” ujar Brazier.
Ia mengatakan, kunjungan ke Pusdalops BPBD Provinsi NTT merupakan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai inovasi yang telah dikembangkan Pemerintah Provinsi NTT bersama para mitra. Selain itu, kunjungan tersebut juga menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi Australia–Indonesia dalam pengelolaan risiko bencana.
Untuk diketahui, saat meninjau Pusdalops PB-BPBD NTT, Gubernur NTT bersama Dubes Australia menyaksikan secara langsung berbagai sistem pemantauan kebencanaan yang beroperasi selama 24 jam. Petugas Pusdalops memaparkan mekanisme pemantauan aktivitas 16 gunung api di Nusa Tenggara Timur, dengan fokus utama pada Gunung Lewotobi Laki-Laki, Gunung Lewotolok dan Gunung Iya. Selain itu, Pusdalops juga melakukan pemantauan gempa bumi secara real time, kondisi cuaca, hingga penyebaran abu vulkanik yang menjadi dasar pengambilan keputusan cepat bagi pemerintah daerah dan instansi terkait.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







