Rombongan juga diperlihatkan sistem informasi penyebaran abu vulkanik yang memantau arah pergerakan material erupsi Gunung Lewotobi terhadap jalur penerbangan di NTT. Informasi tersebut menjadi acuan penting dalam koordinasi dengan otoritas penerbangan untuk mengantisipasi gangguan operasional bandara, khususnya di wilayah Flores, sehingga keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.
Tidak hanya itu, Pusdalops BPBD Provinsi NTT juga memperkenalkan INATANA (Informasi Data Bencana Nusa Tenggara), sebuah aplikasi berbasis daring yang dikembangkan bersama Program SIAP SIAGA sebagai pusat data kebencanaan terpadu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Melalui aplikasi ini, seluruh 22 BPBD kabupaten/kota terhubung dalam satu sistem sehingga pelaporan kejadian bencana, data pengungsi, kelompok rentan, penyandang disabilitas, hingga kebutuhan penanganan dapat diperbarui secara cepat dan akurat.
Untuk diketahui, Selain penguatan sistem informasi, Pusdalops juga mengembangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan pengaduan rabies yang berfungsi sebagai call center bagi masyarakat. Melalui mekanisme tersebut, setiap laporan gigitan hewan penular rabies akan segera ditindaklanjuti oleh operator Pusdalops dengan melakukan koordinasi bersama puskesmas, dinas kesehatan, serta pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan ketersediaan vaksin anti rabies dan percepatan penanganan bagi masyarakat.(Beni Tryono) *
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







