Indeks
Opini  

LUKA DI TELAPAK IBU PERTIWI

REFLEKSI HARI TANI NASIONAL – 24 SEPTEMBER 2026

 

LUKA DI TELAPAK IBU PERTIWI

Ketika Negeri Agraris Lupa Pada Petaninya.

 

Oleh: Yohanes Tafaib Amloki

 

Setiap 24 September kita berdiri tegak menyanyikan pujian untuk Ibu Pertiwi. Katanya kita negeri agraris. Hamparan sawah luas terbentang dari kaki Timor sampai ujung Sumatera. Negeri yang kaya raya akan hasil bumi, katanya.

 

Namun elegi panjang dan suram itu masih bercerita sama. Banyak anak Nusantara masih kekurangan beras.

 

Di NTT, tanah retak, air melimpah di Januari lalu hilang tanpa pamit di Juli. Di media, negeri ini bilang produksi pupuk melimpah. Namun di NTT petani berteriak pupuk langka, harga pupuk melambung. Alat pertanian melimpah di tempat lain, langka di tempat lain. Petani teriak minta pemerataan.

 

Musim panen tiba, harga gabah anjlok. Pengeluaran lebih tinggi dari pemasukan. Inilah litani panjang petani tanpa ujung batas.

 

Data BPS tidak bisa berbohong. Luas panen padi nasional pada 2024 hanya sekitar 10,05 juta hektare. Padahal daratan Indonesia 191 juta hektare. Hanya secuil yang kita tanami. Hasil Sensus Pertanian 2023 mencatat Usaha Pertanian Perorangan tinggal 29,34 juta unit, turun 7,45% dalam 10 tahun. Dari jumlah itu, 16,89 juta adalah petani gurem, yang lahannya kurang dari 0,5 hektare.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com

+ Gabung

Exit mobile version