Menurut Johni Asadoma, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Ia mengimbau seluruh pendidik, mulai dari guru hingga dosen, agar menjalankan tugas dengan hati nurani, empati, dan ketulusan. ”Pendidikan bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan budi pekerti. Anak didik harus diperlakukan seperti anak sendiri. Mereka harus belajar dengan rasa aman, nyaman, dan penuh sukacita, bukan dalam tekanan ataupun ketakutan. Dengan demikian, mereka dapat bertumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan unggul,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Tk. III Wira Sakti Kupang, Letkol Ckm dr. Aan Riswandi, Sp.PK., M.Kes., M.A.R.S menjelaskan bahwa kondisi Jessica terus menunjukkan perkembangan positif sejak menjalani perawatan.
Menurutnya, saat pertama kali datang ke rumah sakit, Jessica mengeluhkan pusing berputar atau vertigo yang disertai mual. Setelah mendapatkan penanganan medis, keluhan tersebut berangsur membaik.
“Keluhan vertigo yang dialami pasien sudah jauh berkurang. Kondisi umum pasien juga terus membaik. Apabila perkembangannya tetap stabil, diperkirakan dalam satu hingga dua hari ke depan pasien sudah dapat kembali ke rumah untuk melanjutkan pemulihan,” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
