Pemprov NTT Gelar Rapat Evaluasi Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Flores 7,7 SR, Sejumlah Kabupaten Beralih ke Masa Transisi dan Pendataan R3P Dipercepat
Kupang,HIC- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Bencana Gempa Bumi Flores bermagnitudo 7,7 SR secara virtual melalui Zoom pada Sabtu, 26 September 2026. Rapat strategis ini dipimpin secara resmi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur bersama Sekretaris Daerah Provinsi NTT.
Pertemuan tersebut diikuti secara lengkap oleh jajaran Forkopimda Provinsi NTT, BPBD Provinsi NTT, serta Pimpinan Pemerintah Daerah dan Jajaran Forkopimda dari tujuh kabupaten terdampak bencana, yakni Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, Ende, dan Sikka.
Fokus utama pembahasan berpusat pada evaluasi status tanggap darurat, penyesuaian masa transisi darurat menuju pemulihan pascabencana, penetapan penerima bantuan Dana Siap Pakai dari BNPB, serta pemaparan progres penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana.
Dalam pemaparan laporan perkembangan daerah, Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, menyampaikan bahwa penetapan calon penerima bantuan Dana Siap Pakai dari BNPB telah selesai dibahas di tingkat Forkopimda dan instansi terkait, sehingga Masa Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Nagekeo secara resmi ditutup pada 27 September 2026 untuk selanjutnya beralih ke Masa Transisi Darurat menuju Pemulihan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
