Karena itu, kepala sekolah dituntut menjadi pemimpin pembelajaran sekaligus penggerak perubahan. Guru harus diberdayakan, peserta didik didengar, orang tua dilibatkan, dan masyarakat dirangkul agar sekolah mampu berkembang sesuai tantangan dan potensi daerah.
“Keberhasilan siswa/i juga ditentukan oleh kualitas guru, kualitas guru juga ditentukan oleh kualitas kepala sekolah.
Guru harus diberdayakan, peserta didik harus didengar, orang tua harus dilibatkan, dan masyarakat harus dirangkul. Kita ingin sekolah menjadi tempat anak-anak NTT tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Gubernur.
Ia mengingatkan para calon kepala sekolah agar tidak memandang jabatan sebagai tujuan, melainkan sebagai kesempatan untuk memberikan pelayanan dan menciptakan perubahan.
“Jangan jadikan jabatan sebagai tujuan, tetapi jadikan kepemimpinan sebagai kesempatan untuk melayani,” tegasnya.
Ia mendorong calon kepala sekolah untuk mengubah pola pikir kepemimpinan dari sekadar memberikan perintah menjadi kepemimpinan yang berorientasi pada pemecahan masalah dan peningkatan kualitas sekolah.
“Ketika menjadi kepala sekolah, jangan hanya bertanya, ‘Apa yang harus saya perintahkan?’ Tetapi bertanyalah, ‘Apa yang dapat saya lakukan agar guru mengajar lebih baik, peserta didik berkembang lebih baik, dan sekolah menjadi lebih baik?’” katanya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











