Bagi Gubernur Melki, penguatan kepemimpinan sekolah menjadi semakin penting karena kondisi geografis dan sosial NTT yang beragam membutuhkan pemimpin pendidikan yang kreatif, adaptif, inovatif, dan mampu melihat keterbatasan sebagai peluang.
Semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Dasa Cita “Ayo Bangun NTT”, khususnya cita ke-10 mengenai pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas serta penguatan kolaborasi dalam pembangunan daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambros Kodo dalam laporannya menjelaskan, sasaran Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026 adalah guru atau calon kepala sekolah yang telah lulus seleksi substansi, baik yang sudah dilantik pada 25 Maret 2026 maupun yang belum dilantik.
“Jumlah sasaran keseluruhan sebanyak 294 orang, yang terbagi dalam Tahap I sebanyak 159 orang dan Tahap II sebanyak 135 orang,” jelas Ambros.
Para peserta tersebut berasal dari 22 kabupaten/kota se-Provinsi NTT.
Untuk Tahap I, sebanyak 159 peserta mengikuti rangkaian diklat yang terdiri atas 94 peserta dari SMA Negeri, 7 peserta SMA Swasta, 42 peserta SMK Negeri, lima peserta SMK Swasta, dan 11 peserta SLB Negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HarkatIndonesia.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











